Ikuti Informasi Terbaru Lewat Media Sosial


Pengertian & Hakikat Pengembangan Kurikulum Nasional

BAB II KAJIAN MATERI

I. PENGEMBANGAN KURIKULUM NASIONAL

Lihat Bagian Lain Artikel ini:

  1. Pengembangan Kurikulum Nasional & Muatan Lokal (PENDAHULUAN)
  2. Pengertian dan Hakikat Pengembangan Kurikulum Nasional
  3. Prinsip & Landasan Pengembangan Kurikulum
  4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum
  5. Pengembangan Muatan Lokal
  6. Proses Pengembangan Muatan Lokal
  7. Tujuan Pengembangan Muatan Lokal
  8. Pengembangan Kurikulum Nasional & Muatan Lokal (PENUTUP)
Perubahan kurikulum, dalam arti pengembangan, tentu akan berdampak terhadap kesiapan sekolah dan guru untuk mengimplementasikan di depan kelas. Mekanisme pengembangan kurikulum dapat dilakukan sebagai contoh, seorang guru yang akan mengembangkan kurikulum dituntut menguasai manajemen pengembangan kurikulum. Dalam mengembangkan kurikulum, setidaknya guru akan menemui delapan problem sebagai berikut:
  • Pertama, bagaimana membatasi ruang lingkup atau keluasan materi.
  • Kedua, bagaimana mengaitkan relevansi materi dengan kompetensi yang dibutuhkan.
  • Ketiga, bagaimana memilih materi agar ada keseimbangan untuk peserta didik maju dan yang lamban belajar, keseimbangan antara tuntutan pembangunan daerah dan nasional.
  • Keempat, bagaimana mengintegrasikan materi yang satu dengan materi lainnya sehingga tidak terjadi duplikasi.
  • Kelima, bagaimana mengurutkan materi dan kompetensi yang diperlukan.
  • Keenam, bagaimana agar materi atau kompetensi berkesinambungan dan berjenjang.
  • Ketujuh, bagaimana merealisasikan artikulasi materi atau kompetensi secara menyeluruh.
  • Terakhir, bagaimanakah materi atau kompetensi yang diberikan dapat menjangkau masa depan alias memiliki daya guna bagi kehidupan peserta didik.

A. Hakikat Pengembangan Kurikulum

Kurikulum merupakan salah satu komponen yang memiliki peran penting dalam sistem pendidikan, sebab dalam kurikulum bukan hanya dirumuskan tentang tujuan yang harus dicapai sehingga memperjelas arah pendidikan, akan tetapi juga memberikan pemahaman tentang pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Oleh karena begitu pentingnya fungsi dan peran kurikulum, maka setiap pengembangan kurikulum pada jenjang manapun harus didasarkan pada asas-asas tertentu. Orientasi pengembangan kurikulum menurut Seller menyangkut enam aspek, yaitu:
  1. Tujuan pendidikan menyangkut arah kegiatan pendidikan. Artinya, hendak dibawa ke mana siswa yang kita didik itu.
  2. Pandangan tentang anak : apakah anak dianggap sebagai organisme yang aktif atau pasif.
  3. Pandangan tentang proses pembelajaran : apakah proses pembelajaran itu dianggap sebagai proses transformasi ilmu pengetahuan atau mengubah perilaku anak.
  4. Pandangan tentang lingkungan : apakah lingkungan belajar harus dikelola secara formal, atau secara bebas yang dapat memungkinkan anak bebas belajar.
  5. Konsepsi tentang peranan guru : apakah guru harus berperam sebagai instruktur yang bersifat otoriter, atau guru dianggap sebagai fasilitator yang siap member bimbingan dan bantuan pada anak didik untuk belajar.
  6. Evaluasi belajar : apakah mengukur keberhasilam ditentukan dengan tes atau nontes.

Bagikan ke Teman Anda

Back To Top