Ikuti Informasi Terbaru Lewat Media Sosial


Proses Pengembangan Muatan Lokal

C. Proses Pengembangan Muatan Lokal
Mata Pelajaran Muatan lokal pengembangannya sepenuhnya ditangani oleh sekolah dan komite sekolah yang membutuhkan penanganan secara profesional dalam merencanakan, mengelola, dan melaksanakannya. Dengan demikian di samping mendukung pembangunan daerah dan pembangunan nasional, perencanaan, pengelolaan, maupun pelaksanaan muatan lokal memperhatikan keseimbangan dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Penanganan secara profesional muatan lokal merupakan tanggung jawab pemangku kepentingan (stakeholders) yaitu sekolah dan komite sekolah. Pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal oleh sekolah dan komite sekolah dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
  1. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah. Kegiatan ini dilakukan untuk menelaah dan mendata berbagai keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan. Data tersebut dapat diperoleh dari berbagai pihak yang terkait di daerah yang bersangkutan seperti Pemda/Bappeda, Instansi vertikal terkait, Perguruan Tinggi, dan dunia usaha/industri. Keadaan daerah seperti telah disebutkan di atas dapat ditinjau dari potensi daerah yang bersangkutan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, dan kekayaan alam. Kebutuhan daerah dapat diketahui antara lain dari: Rencana pembangunan daerah bersangkutan termasuk prioritas pembangunan daerah, baik pembangunan jangka pendek, pembangunan jangka panjang, maupun pembangunan berkelanjutan (sustainable development); Pengembangan ketenagakerjaan termasuk jenis kemampuan-kemampuan dan keterampilan-keterampilan yang diperlukan; Aspirasi masyarakat mengenai pelestarian alam dan pengembangan daerahnya, serta konservasi alam dan pemberdayaannya.
  2. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi muatan lokal. Berdasarkan kajian dari beberapa sumber seperti di atas dapat diperoleh berbagai jenis kebutuhan. Berbagai jenis kebutuhan ini dapat mencerminkan fungsi muatan lokal di daerah, antara lain untuk : Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah; Meningkatkan keterampilan di bidang pekerjaan tertentu; Meningkatkan kemampuan berwiraswasta; Meningkatkan penguasaan bahasa Asing untuk keperluan sehari-hari;
  3. Menentukan bahan kajian muatan lokal. Kegiatan ini pada dasarnya untuk mendata dan mengkaji berbagai kemungkinan muatan lokal yang dapat dijadikan sebagai bahan kajian sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah. Penentuan bahan kajian muatan lokal didasarkan pada kriteria berikut:
  • Kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik;
  • Kemampuan guru dan ketersediaan tenaga pendidik yang diperlukan;
  • Tersedianya sarana dan prasarana;
  • Tidak bertentangan dengan agama dan nilai luhur bangsa;
  • Tidak menimbulkan kerawanan sosial dan keamanan;
  • Kelayakan berkaitan dengan pelaksanaan di sekolah;
  • Lain-lain yang dapat dikembangkan sendiri sesuai dengan kondisi dan situasi daerah.

Bagikan ke Teman Anda

Back To Top